Sabtu, 13 Agustus 2016

STEVEN JOHNSON SYNDROME


               Steven Johnson Syndrome atau biasa disingkat SJS merupakan syndrom kelainan kulit pada selaput lendir orifisium mata gebital atau dengan kata lain, reaksi yang melibatkan kulit dan mukosa (selaput lendir) yang berat dan mengancam jiwa ditandai dengan pelepasan epidermis, bintil berisi air dan erosi/pengelupasan dari selaput lendir. Namun banyak orang awam yang mendefinisikan SJS sebagai penyakit alergi terhadap obat-obatan khususnya antibiotik. Penyakit ini menyerang selaput lendir, meliputi selaput bening mata, bibir bagian dalam dan rongga mulut, genital dan anus.

Adapun gejala- gejala awalnya bisa mirip dengan flu, seperti demam, gangguan saat menelan, pegal-pegal atau nyeri di tubuh, sakit kepala, dan sesak napas, hanya saja ada tanda kemerahan atau ruam merah pada kulit, munculnya bintil berisi air (seperti cacar) yang terasa sakit bahkan hingga menyebabkan kulit mengelupas dan melepuh. Pada perkembangannya biasanya penderita sampai tidak bisa membuka mata dan mulutnya karena terjadinya gangguang atau infeksi di selaput lendir, selain itu di beberapa kasus juga bisa mengakibatkan penderita susah buang air kecil dan fesesnya berwarna hitam.
Adapun penyebab SJS ini paling banyak dipicu oleh penggunaan obat-obatan, atau dengan kata lain, penyebab SJS ini adalah karena alergi obat-obat tertentu, biasanya adalah penggunaan obat antibiotik. Selain alergi obat penyebab lainnya adalah karena adanya infeksi virus, bakteri, atau jamur tertentu, karena makanan seperti coklat, ketidak cocokan lingkungan misal udara dingin, panas matahari dan bahkan bisa juga dipicu oleh penyakit keganasan lainnya misal lupus atau kanker. Dan sejujurnya , penyebab pasti dari SJS ini tidak selalu diketahui secara pasti, tapi yang paling banyak terjadi adalah karena reaksi berlebihan dari tubuh untuk menolak obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh.
Untuk jenis obat-obatan yang sering memicu terjadinya SJS ini diantaranya adalah : Obat-obat anti-asam urat, misalnya allopurinol Obat-obat Anti Inflamasi Non-Steroid (AINS) yang banyak dipakai untuk meredakan nyeri Antibiotik, khususnya Penicillin Antikejang, biasanya dipakai oleh pengidap epilepsi. (detik health), selain itu anda juga bisa melihat zat pencetus SJS lainnya disini. Sementara itu, infeksi kuman yang bisa juga sebagai pemicunya adalah sebagai berikut: Herpes (herpes simplex maupun herpes zoster), Influenza, HIV, Diphtheria, Typhoid, Hepatitis.
               Jenis obat-obatan yang paling sering memicu Stevens-Johnson Syndrome antara lain adalah sebagai berikut,
§  Obat-obat anti-asam urat, misalnya allopurinol
§  Obat-obat Anti Inflamasi Non-Steroid (AINS) yang banyak dipakai untuk meredakan nyeri
§  Antibiotik, khususnya Penicillin
§  Antikejang, biasanya dipakai oleh pengidap epilepsi.

                 Sementara itu, infeksi kuman yang bisa memicunya antara lain sebagai berikut.
§  Herpes (herpes simplex maupun herpes zoster)
§  Influenza
§  HIV
§  Diphtheria
§  Typhoid
§  Hepatitis

             Dalam kasus tertentu, Stevens-Johnson Syndrome juga bisa dipicu oleh rangsang fisik seperti radiaoterapi dan sinar ultraviolet.
Cara mencegahnya, ada baiknya jika kita lebih berhati-hati untuk meminum obat saat kita ataupun ada salah satu anggota keluarga kita yang sakit. Tubuh kita memiliki "alarm" yang kadangkala kita sepelekan. Padahal saat "alarm" itu berbunyi, kita diharuskan untuk istirahat, jangan tunggu sampai drop dulu baru istirahat total. Apabila kita terpaksa harus ke dokter , sebaiknya kita tahu obat-obat apa saja yang diresepkan, apalagi jika yang diresepkan itu sudah dalam bentuk puyer kita bahkan tidak tahu obat apa saja yang dicampur dalam satu puyer itu.             
Jika sakitnya berlanjut, atau setelah obat yg diresepkan habis tidak ada perubahan sebaiknya langsung melakukan pengecekan ke laboratorium atau Rumah sakit , agar diketahui penyakitnya dengan jelas, hal ini dimaksudkan agar pemberian obat disesuaikan dengan kadar dan penyakitnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar